Harga Emas Hari ini Terjun Bebas – Amerika Serikat Rusuh

Harga Emas Hari ini Terjun Bebas – Amerika Serikat Rusuh

Posted By: Admin SHG, 2020-06-03


  Share:


Harga Emas Hari Ini Terjun Bebas...

Harga emas hari ini terjun bebas. Harga emas per gram tercatat Rp 817.000 per gram (sumber: sehatigold.com). Sehari sebelumnya, harga emas tercatat Rp 836.000 per gram. Penurunan harga ini adalah penurunan yang paling dalam semenjak kurun waktu 1 bulan terakhir seperti yang tercatat di grafik harga emas.

Menurunnya harga emas tersebut diakibatkan oleh anjloknya nilai Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah. Tercatat nilai tukar Rupiah sebesar Rp 14.186 / Dollar Amerika. Nilai harga emas sendiri mengalami penurunan menjadi $1.728 / oz. Beberapa saat lalu, Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika sempat menyentuh Rp 15.435 / Dollar Amerika. Penurunan tersebut setara dengan 8,8%.

Penyebab anjloknya nilai tukar Negara Paman Sam tersebut disinyalir dikarenakan kerusuhan yang terjadi semenjak akhir pekan lalu. Kerusuhan tersebut dipicu oleh meninggalnya George Floyd di tangan polisi Amerika. George Floyd adalah orang berkulit hitam yang tidak bersalah dan diinjak oleh seorang polisi Amerika bernama Derek Chauvin. George diinjak oleh Derek di bagian leher selama paling sedikit tujuh menit.

Kejadian tersebut direkam oleh ponsel dan menjadi viral. George berulang kali berusaha mengatakan bahwa ia tidak bisa bernafas namun hal tersebut diabaikan oleh Polisi Derek sehingga mengakibatkan kematiannya.

Viralnya video tersebut mengundang kritis yang tajam terhadap rasialisme dan tindakan polisi yang dianggap semena-mena. Berbagai kritik ditujukan kepada kepolisian Amerika Serikat akan tetapi kritik tersebut diabaikan sampai puncaknya Presiden Donald Trump yang berpihak kepada polisi mengatakan untuk “menembak” mereka yang membuat kerusuhan melalui akun Twitternya.

Twitter, untuk pertama kalinya, menyatakan perlawanan kepada Presiden Amerika tersebut dengan menyatakan bahwa sang Presiden telah menyalahi peraturan media sosial dengan mempromosikan kekerasan dan kebencian.

Demonstrasi pun terjadi di beberapa kota besar di Amerika Serikat seperti New York, Chicago, Philadephia, Seattle, sampai ke ibukota negara di Washington DC. Demonstrasi tersebut bertujuan mengkritis kekerasan dan kesemena-menaan polisi terutama terhadap kaum minoritas di Amerika Serikat.

Demonstrasi yang berawal dengan damai tersebut mulai ricuh dengan adanya penjarahan di pusat-pusat perbelanjaan di Amerika Serikat. Kejadian tersebut memicu Presiden untuk mengerahkan Polisi Militer dan Tentara Nasional yang justru memperkeruh situasi.

Perlu diingat juga bahwa ekonomi Amerika Serikat baru saja terhantam oleh dampak pandemi COVID-19 di mana bisnis-bisnis, terutama usaha kecil terancam gulung tikar karena lock-down yang diterapkan. Angka pengangguran meningkat drastis mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah.

Hal-hal tersebutlah yang sepertinya memicu pelemahan nilai tukar Dollar Amerika.