Beli Emas atau Jual Emas? Sebuah Dilema

Beli Emas atau Jual Emas? Sebuah Dilema

Posted By: Admin SHG, 2020-05-08


  Share:


Harga emas minggu ini diawali dari koreksi tajam, diikuti kenaikan, lalu diakhiri oleh pergerakan menyamping. Sepertinya emas sedang bingung dan memikirkan arah pergerakan berikutnya. Harga emas minggu ini memiliki titik tertinggi di Rp 836.000 dan titik terendah di Rp 803.000 (grafik harga sehatigold.com).

Hal ini disebabkan oleh banyaknya berita-berita yang “membingungkan”. Berita baik datang dari kemungkinan ditemukannya metode pengobatan pandemic COVID-19 dan kondisi ekonomi China yang perlahan-lahan memasuki tahap pemulihan semenjak luluh lantak karena lockdown. Berita-berita tersebut disambut hangat dan merupakan faktor-faktor yang menekan harga emas turun.

Di satu sisi, ada beberapa berita yang cukup mengkhawatirkan pasar. Yang pertama, dengan dikeluarkannya kabar bahwa masyarakat Uni Eropa akan memasuki masa-masa resesi terburuknya, dengan prediksi pertumbuhan ekonomi -7,4%.

Kabar buruk lainnya timbul dari data-data ekonomi Negara Amerika Serikat yang memberikan peringatan mengenai kemungkinan Negara Paman Sam ini memasuki resesi ekonomi. Data yang pertama datang dari angka pengangguran mingguan yang mecapai 3,2 juta. Angka ini berada di atas rata-rata. Data berikutnya adalah jumlah lapangan pekerjaan yang hilang sebesar 22 juta di bulan April 2020. Angka tersebut melebihi krisis keuangan di tahun 2008 silam.

Berita yang saling bertolak belakang tersebut membuat harga emas bergerak menyamping. Emas, sebagai aset minim resiko merupakan pilihan pertama orang-orang yang hendak berinvestasi. Membeli emas dapat dijadikan sarana untuk berinvestasi di saat kondisi ekonomi yang buruk karena di saat tersebut, emas biasanya mampu memberikan keuntungan yang jauh lebih baik daripada investasi yang lainnya.